#22 Body and Soul - Produce 45

 


Cast:

Jung Jaehyun  ~  Nam Chaerin (OC)


Genre:

Romance (AU - Alternate Universe)



o   O   O   O   o



Chaerin baru saja menyelesaikan tugas kelompoknya saat langit telah gelap. Sebenarnya pulang malam sudah menjadi makanan sehari-hari gadis Nam itu semenjak menginjakkan kaki di bangku kuliah. Apalagi jurusan desain grafika yang diambilnya selalu membuat ia harus bertahan sangat lama di kampus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dosen. Maka tidak aneh jika ia pulang saat kondisi kampus telah sepi.

 

 

 

Chaerin menghela lelah sembari mengenyampirkan tas ke pundak. Tugas yang diberikan kali itu benar-benar menyita tenaganya. Ia dan teman kelompoknya harus membuat rancangan pameran bersama beberapa karya seni yang akan ditunjukkan. Deadline-nya juga mepet membuat mereka harus bekerja sangat keras.

 

 

 

Malam itu sudah malam kelima Chaerin meninggalkan kampus saat jam di tangannya menunjukkan pukul sepuluh malam. Beruntung besok akhir pekan, Chaerin jadi bisa beristirahat setelah setiap hari mengerjakan tugas yang akan dipresentasikan minggu depan.

 

 

 

Dengan kaki yang pegal, Chaerin merajut langkah menuju area parkir. Tangannya sibuk merogoh dalam tas mencari kunci yang pagi tadi disimpan. Meraba seisi tas untuk menemukan benda metal itu. Saat berhasil mendapatkanya, Chaerin ganti merogoh dompetnya untuk mencari kartu parkir yang ia simpan.

 

 

 

Kartu itu disimpannya ke dalam saku celana sebelum menghidupkan mesin motornya. Namun ada yang aneh, motornya tak kunjung menyala walaupun kunci telah dipasangkan. Chaerin berusaha memutar gas tetapi kendaraannya tetap tidak menyala.

 

 

 

Kesal pun menyerangnya. Ia tidak tahu harus bagaimana. Hari sudah malam walaupun dirinya yakin jika masih ada beberapa bengkel di sekitar kampus yang buka. Tapi cara untuk bisa sampai ke sana yang membuatnya ingin menangis.

 

 

 

“Menyebalkan!” Gerutu Chaerin yang masih berusaha untuk menghidupkan motornya.

 

 

 

Bersyukur Chaerin bukanlah gadis yang mudah menyerah selama itu bukan masalah percintaan. Ia masih berusaha dengan begitu gigih untuk bisa menghidupkan mesin motornya. Walaupun doa yang dia ucapkan telah berubah menjadi caci dan makian untuk kendaraannya karena tak kunjung menyala –tetapi Chaerin tetap berusaha.

 

 

 

“Chaerin?”

 

 

 

Gadis itu menghentikan tangannya yang sibuk memutar gas. Menoleh dengan pelan karena ada perasaan takut yang menyeruak. Ia tidak tahu siapa yang memanggilnya di tengah malam seperti itu dan di lingkungan kampus yang cukup menyeramkan. Sekali pun ia sadar jika suara itu milik seorang pria, tetapi ada kemungkinan jika sosok yang ditakuti yang tengah memanggilnya.

 

 

 

Begitu pelan kepalanya bergerak dan ketika wajahnya telah berhadapan dengan tubuh berbalut jaket jurusannya, Chaerin malah menarik napas dulu sebelum mengangkat wajahnya hingga ia bisa melihat siapa pemilik suara itu.

 

 

 

Ah sunbae..”

 

 

 

 Chaerin membuang napas yang ia tahan sembari mengelus dadanya.

 

 

 

“Kenapa dengan motormu?” Tanya sosok itu tanpa menghiraukan wajah ketakutan Chaerin.

 

 

 

Em.. aku juga tidak tahu kenapa motorku tidak mau menyala.”

 

 

 

Pria itu mengangguk sebelum mendekati motor berwarna jingga itu. Ia kemudian berjongkok dengan senter ponselnya yang ia arahkan pada bagian mesin.

 

 

 

“Jaehyun sunbea.. apa yang-”

 

 

 

“Aku sedikit tahu tentang mesin. Aku akan mencoba melihatnya, jika bisa kubetulkan aku akan mencobanya.”

 

 

 

Jaehyun mengangkat wajahnya hingga kini mereka saling bertatapan.

 

 

 

“Kamu duduk di motorku saja. Ini tidak akan lama.”

 

 

 

Chaerin pun hanya mengangguk dan mengikuti perintah Jaehyun. Masalahnya adalah, Chaerin takut dengan Jaehyun. Jaehyun itu adalah salah satu dari beberapa senior yang paling ditakuti karena aura dan pembawaannya yang menyeramkan. Makanya saat Jaehyun memerintahkan untuk duduk, Chaerin menyetujui begitu saja karena memang Jaehyun telihat semenakutkan itu dimatanya –sekali pun wajah pria itu sangat tampan dan menggugah hati Chaerin.

 

 

 

Dari motor yang tengah ia duduki, Chaerin masih bisa melihat bagaimana wajah tampan Jaehyun yang tengah berusaha untuk membenarkan motornya. Walaupun terlihat kaku dan menyeramkan, tetapi saat pria itu tersenyum pasti dunia akan gempar. Chaerin pernah sekali melihat Jaehyun tengah tersenyum menanggapi teman-temannya, walau singkat tetapi mampu membuat Chaerin tercengang dan tidak bisa lupa hingga satu minggu lamanya.

 

 

 

Terlalu larut dengan khayalannya, Chaerin tidak menyadari keberadaan Jaehyun yang telah berdiri di depannya. Pria itu melihat Chaerin dengan sedikit aneh.

 

 

 

“Chaerin.” Panggilnya dengan melambaikan tangan di depan wajah gadis itu.

 

 

 

Oh sunbea!”

 

 

 

Chaerin yang terkejut segera berdiri dan merundukkan badan.

 

 

 

“Maaf aku melamun.”

 

 

 

Jaehyun bergumam singkat.

 

 

 

“Motormu sudah kuperbaiki.”

 

 

 

“Benarkah?” Tanya Chaerin dengan mata yang berbinar senang.

 

 

 

“Coba saja.”

 

 

 

Maka tanpa membuang waktu Chaerin segera berlari menuju motornya. Tangannya secara otomatis menggenggam gas dan memutarnya.

 

 

 

Wah terima kasih sunbea!” Serunya dengan senyum yang mengembang sempurna.

 

 

 

Chaerin begitu bersyukur karena bantuan Jaehyun berhasil menyelamatkan ia dari berjalan kaki. Gila. Ia tidak bisa membayangkan selelah apa kakinya karena harus mendorong motor menuju bengkel. Belum lagi ia masih harus membawa kendaraannya pulang dari bengkel. Pasti tubuhnya akan sangat sakit saat ia tiba rumah.

 

 

 

“Kamu mau pulangkan?”

 

 

 

Suara Jaehyun kembali mengalun dan menginterupsi permainan pikiran yang tengah dilakukan Chaerin. Gadis itu menoleh dan menemukan Jaehyun telah berada di atas motornya dan mengenakan helm.

 

 

 

“Iya.”

 

 

 

“Cepat, aku akan menemanimu.”

 

 

 

Mata Chaerin kembali membulat bersama jantungnya yang berdebar tidak normal. Sungguh sangat tidak baik untuk tubuhnya. Kenapa ia selalu berdebar setiap kali ada pria tampan yang menawarkan kebaikan kepadanya.

 

 

 

Tidak Chaerin! Jaehyun sunbea hanya peduli padamu. Jangan berpikir berlebihan! Kau bisa sakit hati lagi., batin Chaerin memperingati.

 

 

 

Oh, em.. tidak perlu sunbea. Nanti jadi merepotkan.”

 

 

 

Jaehyun terlihat menghela.

 

 

 

“Ini sudah malam Chaerin, walaupun aku tahu kamu sering pulang malam karena tugasmu. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu pulang sendiri.” Jaehyun memberikan jeda singkat. “Sudahlah cepat sebelum semakin larut!” Tegas Jaehyun yang tidak ingin mendapatkan penolakan lagi.

 

 

 

Chaerin pun hanya bisa mengangguk. Ia memasangkan helm di kepalanya dan menaiki motornya. Chaerin membawa motornya lebih dulu melewati Jaehyun yang mengikutinya dari belakang.

 

 

 

Menuruti Jaehyun adalah pilihan yang paling tepat. Chaerin tidak ingin dicap sebagai adik tingkat yang tidak tahu diri. Sudah mau ditolong masih sok menolak. Lagi pula tidak buruk juga, bukan? Ia jadi bisa berlama-lama bersama dengan senior tampannya yang sulit sekali didekati. Jika saja teman-temannya tahu, pasti mereka akan iri dengan Chaerin karena berhasil pulang dengan Jaehyun.

 

 

 

Siapa yang tidak iri?

 

 

 

Jung Jaehyun yang menyeramkan itu malah dengan sukarela mengantarkan Chaerin pulang setelah membantu membenarkan motornya. Tidak tahu kebaikan apa yang telah Chaerin lakukan sebelumnya sampai bisa mendapatkan kebaikan lain yang membuat dirinya terus tersenyum sepanjang perjalanan. Beruntung helm-nya bisa menutupi wajah yang terus terhias dengan senyum bodohnya. Jika tidak, mungkin ia bisa dibilang gila oleh siapa pun yang melihatnya.

 

 

 

Chaerin sendiri jadi teringat dengan Jeno. Teman sekolahnya yang juga melakukan hal yang sama seperti yang Jaehyun lakukan sekarang. Mengantarnya pulang dengan motor masing-masing.

 

 

 

Sayangnya hubungan mereka tetap bertahan pada pertemanan hingga lulus sekolah. Tidak ada hubungan khusus yang terjalin sekali pun Jeno sering mengantarnya pulang dan menunjukkan banyak perhatian padanya.

 

 

 

Ah! Apakah itu juga berlaku dengan Jaehyun?


E . N . D



감사합니다 ^^

Comments

Popular Posts